Khutbah jum`at: Zikir

Posted on 06/12/2009. Filed under: Agama |

Khutbah I

الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره الكافرون. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيئ قدير، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الأمين. اللهم فصل وسلم على نبيك ورسولك محمد وعلى آله وأصحابه والتابعين.

أما بعد. فأصيكم عباد الله ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون. قال الله تعالى في كتابه الكريم: الذين يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم ويتفكرون في خلق السماوات … الآية

Hadirin yang dimulyakan Allah

Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, melaksanakan seluruh perintahNya dan meninggalkan segala laranganNya. Dan selalu mensyukuri setiap nikmat yang sudah, telah, dan akan Allah berikan. Dan marilah kita selalu ingat ”zikir” kepada Allah

Di dalam surah Al-Baqarah ayat 152, Allah memberikan perjanjian kepada manusia, bahwa barang siapa ”manusia” yang ingat kepada Allah niscaya Allah akan ingat pula padanya. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Al-Quran:

فاذكروني أذكركم واشكرولي ولا تكفرون. (البقرة: ١٥٢)

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-ku. (QS Al-Baqarah [2]: 152)

Demikian ayat ini sering dikutip. Namun, mengamalkannya gampang-gampang susah. Ayat ini mengingatkan kita bahwa dalam setiap tarikan napas dan kesadaran, manusia seyogianya selalu menempatkan Allah sebagai pelabuhan terakhir. Artinya, manusia dapat mengingat Allah dimana saja dan kapan saja selama ia masih berada di atas bumi-Nya. kita pun sering melihat bermacam-macam ekspresi manusia dalam mengingat Allah, ada yang menangis, berdiam diri, menyayi, menari, dan ada pula yang bertutur kata.

Hadirin yang dimulyakan Allah

Dalam konteks ”ingat kepada Allah” ini, umat islam tidak pernah lepas dari tiga hal: Doa, Wirid, dan Zikir. Doa adalah permintaan atau permohonan sesuatu kepada Allah untuk mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat. Wirid merupakan bacaan tertentu untuk mendapatkan ”aliran” berkah dari Allah. Sementara zikir adalah segala gerak gerik dan aktifitas yang terobsesi pada kedekatan atau taqarrub kepada Allah. Me-lafadz-kan kata-kata tertentu yang mengandung unsur ingat kepada Allah juga termasuk zikir. Zikir sangat penting karena dalam pandangan spiritual ”kesufian” ia merupakan langkah pertama cinta kepada Allah.

zikir merupakan bentuk komitmen dan kontinuitas untuk meninggalkan kondisi lupa kepada Allah dan memasuki wilayah musyahadah (persaksian), dan untuk mengalahkan rasa takut bersaman dengan rasa kecintaan yang mendalam. zikir dapat dimaknai juga dalam pengertian ”berlindung kepada Allah”. Dapat dikatakan, zikir adalah upaya mengingat Allah yang dapat dilakukan dengan diam-diam atau bersuara.

Hadirin yang dimulyakan Allah

Pada tahap awal pengucapan zikir memang terasa sebatas lisan. Ini bukanlah sesuatu yang buruk. Hanya saja, seseorang perlu meningkatkan kualitas zikirnya hingga benar-benar mengantarkanya pada kondisi persaksian atas kesucian dan keagungan Allah. Kontinuitas zikir mampu membawa manusia pada satu tahapan yang di dalamnya persaksian terhadap Allah memenuhi wilayah qalb (hati). Pada tahap ini, zikir tidak lagi berada di wilayah kesadaran, tetapi juga masuk dalam wilayah ketidaksadaran. Proses zikir pun berjalan di kala terjaga, tidur, pingsan, mati suri, bahkan pada saat sakaratul maut, saat menghadapi kematian.

Dengan demikian, orientasi zikir adalah pada penataan hati atau qalb. Qalb memegang peranan penting dalam kehidupan manusia karena baik dan buruknya aktivitas manusia sangat bergantung pada kondisi qalb. Dunia tasawuf mengenal qalb dengan segenap kompleksitas. Ada yang disebut ”bashirah” atau mata hati yang mempunyai sifat dan potensi untuk melihat kebaikan dan keburukan. Ada pula yang disebut ”dlamir” yang berfungsi untuk memotivasi dalam bertindak kebajikan. Di kalangan para sufi sendiri, cara-cara, prinsip pembagian wujud. Dan istilah teknis batin atau qalb ini berbeda-beda sesuai dengan hasil intensitas pendakian pengalaman spiritual seseorang.

Hadirin yang dimulyakan Allah

Konsepsi zikir tersebut menunjukkan bahwa zikir merupakan pelatihan hati untuk ber-musyahadah kepada Allah. Musyahadah adalah upaya pengabaian manusia terhadap segenap yang destruktif, sekaligus sebagai obsesi untuk menjadi pribadi yang sempurna. Musyahadah inilah yang merupakan makna hidup yang telah lama menghilang dari kehidupan sehingga manusia terperangkap ke dalam berbagai krisis, mulai dari krisis sosial, krisis struktural, hingga krisis moral. Hilangnya musyahadah dari dalam diri manusia beriringan dengan orientasi hidup yang serba materialistis. Kehidupan manusia pun tidak lagi berkualitas karena pengabaiannya atas makna dan nilai. Kerja keras banyak diukur seberapa besar manfaat produk yang dihasilkan dan seberapa lama waktu yang telah dihabiskan. Padahal kerja keras juga mencakup nilai seberapa besar manfaat produk yang dihasilkan bagi kehidupan dan seberapa lama produk itu memberi manfaat bagi derajat kemanusiaan.

Disinilah peran zikir, yaitu memacu untuk bertindak berdasarkan pemanfaat dan kemaslahatan. Jika demikian, segala rupa tindakan lahiriah membutuhkan kejujuran, profesionalitas serta beroreintasi pada kemaslahatan umat manusia.

أقول قولي هذا وأستغفرالله لي ولكم

Khutbah II

الحمد لله حمدا كثيرا كما أمر، ونثني عليه عدد ما أثنى على نفسي، ونستعينه في السر والعلن، ونستغفره لذنوبنا ما ظهر منها وما بطن. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. صلى الله عليه وعلى آله وسلم تسليما كثيرا.

أما بعد. فأصيكم عباد الله ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون.

Hadirin yang dimulyakan Allah

Kenyataan peran zikir ini bukanlah sesuatu yang ganjil sepanjang manusia mampu menjaga gerak keseimbangan antara ilmu, amal dan kebersihan batin (tashfiyatu-l-qalb). Sebagaimana yang ditegaskan oleh Al-Quran:

وَلِيَعْلَمَ الَّذِيْنَ أُوْتُوا اْلعِلْمَ أَنَّهُ اْلحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوْا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوْبُهُمْ وَإِنَّ اللهَ لَهَادِ الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. (الحج: ٥٤ )

Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Quran itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus. (QS Al-Hajj [22]: 54)

Walhasil, zikir dapat membimbing seseorang untuk beraktivitas dan hatinya. Zikir akan mempersembahkan hati manusia sebagai tempat suci yang didalamnya alam semesta menjelma sebagai bukti-bukti kehadiran Allah, kapan saja dan dimana saja.

ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان، ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم. ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب. ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

عباد الله، إن الله يأمركم العدل والإحسان وإيتاء ذي القربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعدكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله كثيرا يذكركم واشكروه علي نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر.

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Khutbah jum`at: Zikir”

RSS Feed for mahbubrisad Comments RSS Feed

ijin copas ya ustadz


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: